Minggu, 20 Juli 2014

[promo-indonesia] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

 


Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini

Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera, dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya. Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama, web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.

Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online

Best regards
Indonesia-Online Moderator

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (167)

Yahoo Groups
Improved Group Homepage!
The About page of your Group now gives you a heads up display of recent activity, including the latest photos and files

Yahoo Groups
Control your view and sort preferences per Yahoo Group
You can now control your default Sort & View Preferences for Conversations, Photos and Files in the membership settings page.


.

__,_._,___

Minggu, 13 Juli 2014

Pelajaran Sangat Berharga dari Cerita Kopi Tumpah! Inspiring!

PELAJARAN BERHARGA DARI CERITA KOPI TUMPAH Selamat Berpuasa teman-teman FanspageID, cerita ini mungkin akan mengubah attitude Anda ke arah yang tepat

Like   Tweet   Pin   +1   in  
header

PELAJARAN BERHARGA DARI CERITA KOPI TUMPAH

Screen Shot 2014-07-13 at 17.12.45
Screen Shot 2014-07-13 at 17.14.36

Selamat Berpuasa teman-teman FanspageID, cerita ini mungkin akan mengubah attitude Anda ke arah yang tepat, bisnis itu bukan hanya tentang hardskill tapi juga softskill!

Di dunia ini kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang di atas garis dan ada orang yang di bawah garis. (lihat Gambar)

Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial.

Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya "kenapa kamu telat?" Ia akan mulai blaming "anak saya rewel" … "istri saya telat bangunin" atau excuse "kena macet di tol Cawang" – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah "denial" … "ah enggak ah, tidak telat kok!" dia mengelak mengakui kalau dia telat.

Sedangkan orang-orang yang ada di atas memiliki ownership, artinya semua yang terjadi di sekitar kita, kita terlibat untuk membuatnya menjadi lebih baik, sedangkan akuntability artinya kita bisa diandalkan untuk melakukan sesuatu, responsibility artinya kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu.

Contoh ekstrim, di ujung sana ada nenek-nenek menyebrang, saya berdiri tidak jauh dari dia.

Nenek itu tiba-tiba jatuh terpeleset waktu menyebrang.

Simulasinya orang yang below the line :

Excuse "Wah saya jauh, masa saya tolong ?"

Denial "Ah gak lihat kok"

Sedangkan orang yang ada di atas garis akan membantu si nenek ini, dia memiliki ownership karena merasa terlibat terhadap lingkungan sekitarnya.

Ketika saya (Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio) dan teman-teman mulai belajar bisnis, kami banyak bertemu mentor bisnis yang canggih-canggih, mereka jago dan sukses banget di bisnis, sewaktu kami bilang mau minta saran, mereka malah TIDAK mengajarkan cara bisnis, mereka TIDAK mengajari kami cara marketing yang jago, strategi produksi yang keren dll.

Mereka malah memberikan cerita KOPI TUMPAH.

Kopi tumpah ini menceritakan tentang orang yang di bawah garis VS di atas garis.

Cerita kopi tumpah memiliki setting sebuah keluarga kecil, bapak, ibu dan seorang anak perempuan masih SD.

Suatu pagi si anak mau berangkat sekolah, si ayah mau berangkat, ibunya mau buatkan kopi, lalu si ibu menempatkan kopi di meja tempat si bapak duduk, si ibu menempatkan kopi agak ke pinggir meja.

Si anak hari itu akan menghadapi ulangan, dia semangat sekali karena sudah persiapan beberapa hari sebelumnya.

Si anak yakin pasti bisa, turun tangga semangat sekali "papa..papa..nanti ulangan.. " … PRAKK .. kena kopi, kopinya tumpah … tumpah ke paha si bokap.

Apa yang dilakukan bokapnya ? Kita simulasikan bokap yang di bawah garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … Anaknya di maki-maki "Kamu ini ceroboh banget ! jalan aja gak bener !"

Istrinya datang, di maki lagi sama si bokap "Kamu ini juga kenapa taruh kopi di pinggir banget !" … "Ya udah saya ganti celana dulu di atas"

Waktu si bapak ke lantai atas, yang jemput anaknya datang "TINN TINN .. Jemputan !!!".

Si ibu bilang "aduh pak, ini anaknya lagi nangis… nanti ya saya antar sendiri"

Si bapak tak lama kemudian turun lagi, lihat anaknya masih nangis "lho kok dia belum sekolah ???"

"Loh kan tadi gara-gara kamu dia jadi nangis ??"

Mulai deh perang dunia ke-2 … cek cok lagi.

"Ya udah saya antar" .. bokapnya ngalah.

Dalam perjalanan ke sekolah semuanya serba salah .. lampu merah disalahin, macet disalahin … anaknya masih nangis di mobil "kamu ini nangis-nangis aja!".

Tak lama kemudian, si anak sampai di sekolah telat, si bapak juga telat, bosnya nanya "kok kamu telat?" .. marah-marah lagi "kamu tidak tahu apa yang terjadi pada saya .. !"

Nah sampai di situ ceritanya, kalau kita lihat dari cerita ini, hanya karena kopi tumpah tadi dan apa respon si bapak itu bisa mengubah masa depan dengan signifikan :

Hubungan si bapak dan istrinya menjadi tidak baik
Bapaknya bisa saja dipecat dari kantor karena tidak sopan
Yang lebih parah si anak, dia sudah belajar gila-gilaan, karena kopi tumpah tadi dia tidak konsen ujian, terlambat sampai sekolah lagi.

Sekarang kita lihat, perbandingannya dengan orang yang ada di atas garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … "Aaah panas-panas .. kamu sih semangat banget ! karena kamu semangat kamu harus ganti celana papa !"

"Gimana cara ganti celana papa ?"

"Yang penting kamu ulangan dapet 100 aja deh !"

"Oh iya iya.. aku pasti dapet 100″

Artinya si bokap merasa ada ownership terhadap kejadian ini, kalau dia tidak duduk di situ kan dia tidak kena tumpahan kopi.

"Mama-mama, buatin kopi lagi dong, kopi yang penuh cinta"

Mamanya jadi senang.

Bayangkan dengan awal seperti ini, harinya berubah total. Dari semua orang-orang berhasil yang saya temukan, mereka ada di atas. Jadi kita semua harus cepat-cepat pindah ke atas.

Salah satu film bagus tentang berpikir positif adalah film "life is beautiful" yang menceritakan bagaimana berpikir positif di titik yang paling susah dan film ini direkomendasikan untuk ditonton.

--
Saya mengutip ini dari Blog teman saya, Rein Mahatma

Regards, Nofi Bayu Darmawan
FB saya http://fb.me/NofiBayuDarmawan
CEO FanspageID - http://fanspage.co.id

Cerita Ini Mungkin Seditkitnya akan Memotivasi Anda Berperilaku yang Tepat pada Rekan Kerja atau Karyawan Anda. Balas email ini dengan "Kirimi Saya Inspirasi Lain" untuk saya siapkan cerita lainnya yang mungkin akan menginspirasi Anda

1px
 

Minggu, 06 Juli 2014

[promo-indonesia] File - Indonesia Online Ribuan anak bangsa ada di sini

 


Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini

Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera, dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya. Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama, web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.

Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online

Best regards
Indonesia-Online Moderator

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (166)

.

__,_._,___

Jumat, 04 Juli 2014

Kenapa Orang-orang Suka Memamerkan Kesibukannya?

Sering terlihat di media sosial teman-teman kita yang kerap "memamerkan" dan "bangga" dengan kesibukannya. Contohnya antara lain: "Hari ini mesti ke

Like   Tweet   Pin   +1   in  
header
Screen Shot 2014-07-05 at 06.13.04

Sering terlihat di media sosial teman-teman kita yang kerap "memamerkan" dan "bangga" dengan kesibukannya.

Contohnya antara lain:

"Hari ini mesti ke 5 tempat hap hap"

Ada juga yang membuat status: "Tugas yang ini belum selesai dateng lagi 3 tugas -_-"

Atau pasti pernah ada teman kita yang membanggakan kalau tadi malam dia hanya tidur dua jam. Mereka bukan mengeluh tetapi malah bangga dengan fakta tersebut. Kenapa orang-orang malah berperilaku irasional seperti itu? Menurut Greg McKeown dalam artikelnya "Why We Humblebrag About Being Busy", orang-orang menunjukkan kesibukan mereka karena menurut mereka hal tersebut adalah cerminan dari orang sukses dan penting. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjalani kesibukan.

Tidak ada yang salah juga dengan keinginan menjadi orang sukses dan penting. Simpul besarnya adalah apakah kesibukan yang kita jalani ini akan membawa kita ke arah tujuan utama kita?

Jangan-jangan selama ini kita hanya berputar-putar terjebak dalam labirin kesibukan yang tidak membawa kita ke mana-mana? Pokoknya asal sibuk saja, biar bisa dipamerkan, dan menunjukkan citra kalau kita orang sukses dan penting yang sibuk sekali. Masih dari Greg, dia menganjurkan agar kita tidak terjebak dalam kesibukan. Kita disarankan menjadi orang-orang yang disebutnya sebagai essentialists.

Orang-orang tipe ini merancang kehidupan mereka untuk fokus pada hal-hal yang penting saja dan mengeliminasi hal-hal lainnya yang tidak penting. Lalu bagaimana caranya menjadi seorang essentialist?

Berikut empat langkahnya:

1. Berhenti sejenak dan retrospeksi apa yang penting dalam hidup kita. Sinonim lainnya adalah istilah tuma'ninah dan muhasabah.
2. Rest well to excel. Istirahat yang cukup untuk melaju kencang. Badan capek membuat aktivitas yang kita lakukan menjadi tidak efektif.
3. Buat tanggal kadaluwarsa untuk setiap kegiatan. Setelah sukses melakukan sesuatu, rayakan sebentar, jadikan memori, lalu move on ke kegiatan selanjutnya.
4. Berani katakan "tidak" pada tawaran kesempatan yang datang ke kita, walau kesempatan tersebut tampak sangat bagus dan sayang untuk dilewatkan.
Menolak kesempatan yang datang mungkin berlawanan dengan intuisi.

Tetapi, hanya karena kita diajak melakukan sesuatu, bukan berarti kita harus melakukannya juga. Selain itu, jika kita tetap melakukannya, kita tidak akan punya waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan untuk menginvestasikan waktu kita.

Jangan sampai, ketika puluhan tahun kemudian kita menengok kembali kegiatan kita yang lalu, kita justru terperanjat dengan kebodohan kita sendiri –stres, capek, sibuk, waktu istirahat hilang, tapi tidak membawa kita ke mana-mana karena kita hanya berpikir untuk menyibukkan diri. Jadi kini kita punya dua pilihan.

Menjadi orang yang terjebak dalam 'gelembung' kesibukan atau menjadi seorang essentialist dan mendapatkan apa yang paling penting dalam hidup kita yang berharga ini.

Semoga Menginspirasi..

focus

Setuju?

1px